Konservasi Elang di Kamojang Garut

Kamojang adalah sebuah nama gunung yang letaknya menjadi perbatasan antara Kabupaten Garut dengan Kabupaten Bandung tepatnya Majalaya, Kamojang juga terkenal dengan kawahnya yang menjadi salah satu tempat wisata di Garut, dan sekarang sejak tahun 1999 di sepanjang jalurnya terus berkembang mulai berdirinya Resort-resort mewah seperti Kampung Sampireun dan Green Kamojang, juga banyaknya tempat wisata lainnya seperti Kebun Mawar dan Konservasi Elang yang di bangun oleh Pertamina, dan yang membuat saya bangga adanya sumber daya alam yang sangat besar yang di kelola oleh Pertamina Geothermal Energy.



Kali ini saya ingi memperkenalkan Konservasi Elang yang dananya, 100% investasi dari Pertamina yaitu sebesar 4,2 Miliar Rupiah, yang menjadi  bukti dari kepedulian pertamina terhadap hewan yang sudah langka dan mungkin sebagian besarnya hampir punah, dan penyabab besarnya di karenakan ulah tangan jahil manusia, salah satunya adalah perburuan, Pertamina pun mengumpulkan orang-orang berkompeten di bidangnya dan membuat Konservasi Elang di Kamojang yang di karenakan Kamojang menjadi jalur migrasi Elang dari Asia yang menuju Australia, dan indonesia dilalui karena banyaknya pakan bagi si Elang seperti Ular dan hewan lainnya seperti ayam liar dan lain sebagainya.



Kamojang juga lingkungan alamnya masih sangat terjaga terbukti dengan masih banyak hewan liar disana selain elang, monyet, babi, burung-burung, dan masih banyak lagi hewan liar lainnya sebagai bukti terjaganya ekosistem alam di kamojang, keindahan gunung kamojang sudah tidak diragukan lagi, selain luas hutan alaminya juga terhamparnya tanaman sawi, tomat, kol, dan brokoli de sepanjang perjalanan, juga pesawahan yang berumpak-umpak



Elang adalah jenis burung pemangsa atau Raptor dari suku Accipitridea terutama Genus Aquila, makanan utamanya adalah mamalia kecil seperti Tikus, Tupai, Ikan, Ayam, Ular adapun yang makan serangga sesuai dengan ukuran tubuhnya, dan Elang adalah Hewan berdarah Panas, yang mempunyai Sayap dan Tubuh dengan di selubungi Bulu Pelepah, adapun Elang dengan ukuran kecil atau lebih di kenal Elang Alap dari Genus Accipiter (Hawk), adapun Elang yang berburu Ikan, yang biasanya tinggal di perairan dan paruh jenis elang ini biasanya lebih melengkung hingga dengan mudah mengoyak-ngoyak mangsanya, juga dengan cengkraman jari kaki yang kuat di bantu cakar kuku yang melengkung.



Di Konservasi Elang Kamojang ini Kurang lebih ada 66 ekor elang yang disifat liarkan, hingga Pengunjung tidak di anjurkan masuk ke kandangnya agar tidak berinteraksi dengan manusia, karena sebelum di masukan ke tempat Konservasi ini, elang tersebut biasanya di pelihara dan di beri makanan seperti sosis, nuget, gorengan dan makanan manusia lainnya, hingga elang tersebut ketergantungan dan sifat liarnya perlahan hilang, di konservasi elang ini sudah lebih dari 22 Ekor yang di lepas liarkan kembali, Pakan hidup yang diberikan kepada elang yang dalam pemulihan sifat liarnya adalah tikus, kadal, ular, ayam dan ikan. tergantung dari jenis elangnya, dana yang di keluarkan pertamina perbulan rata-rata mencapai 12 juta Rupiah perbulannya.




Tiket masuk konservasi elang ini GRATIS, benar-benar tidak di pungut biaya sepeserpun, kita benar-benar diberikan pemahaman tentang elang dari mulai jenis hingga kita bisa photo-photo, kalaupun kita mau menyumbang hanya sukarela dan kita akan di berikan Stiker dan gantungan kunci, kami dari HdG Team Reborn sangat bangga saat berkunjung Bersama Divisi FBS dari Pertamina Jakarta, dalam rangka mengunjungi Unitnya di Kamojang yaitu Pertamina Geothermal Energy.

General Staff Meeting Karyawan dan Karyawati Kampung Sampireun

General Meeting Karyawan dan Karyawati 
 dengan Tema 
Bersama Menuju Gemilang

Acara ini di laksanakan  pada tanggal 2 Mei 2017 kemarin, Kami dari HdG Team Reborn kembali diundang dan kami pun di jadikan Juri pada saat acara puncaknya, yaitu pentas Seni dari setiap divisi mulai dari FB, Sales, House Keeping, Gardener, Acc & HRD, seluruh Karyawan dan karyawati Kampung Sampireun menampilkan dan menyiapkan segala sesuatunya dengan maximal, ada yang main alat musik traditional, perkusi, hingga yang dance, kami pun tidak menyangka karena keseharian mereka sangatlah disiplin, dan pekerja keras, hingga saat tampil kami pun saling memandang karena masih tidak percaya kemampuan dan skill mereka di luar dunia kerja ternyata luar biasa.

Security yang biasa kami lihat di depan ternyata beliau mempunyai suara emas, bahkan housekeeping yang biasanya beresin kamar mereka jago memainkan alat musik traditional seperti angklung, gong bahkan ada yang bisa memainan Terompet Sunda, Karyawan yang biasa pendiam dan tegas ternyata saat berjoget bisa kelihatan sangat lues dan lincah, bahkan pak Abel pun bisa bernyanyi dengan kerennya layaknya anak Band, mungkin di jamannya beliau adalah anak band.

Pada acara puncak akhirnya di umumkanlah para juaranya dari mulai pentas seni, peragaan busana hingga karyawan terbaik untuk 3 Balan yang Jatuh kepada Lia, salah seorang Karyawati di divisi FB, dan mungkin penilaian keseluruhan atau Juara Umumnya jatuh kepada Divisi FB yang sangat terlihat kompak dan paling seru, kami pun berbincang dengan HRD Kampung Sampireun yaitu Pak Indar, yang ingin acara ini berlanjut tiap Tahun, bahkan per3-4 bulannya, hingga bisa membuat karyawan dan karyawati Kampung Sampireun semakin Solid dan kompak.

Kami dari HdG Team selalu di buat kagum selain keramahan dan mental pekerja keras para karyawan dan karyawiti di Kampung Sampireun, Kami pun di buat takjub dengan cara mereka bersilaturahmi di luar dunia kerja, Pak indra, pak sandi, Bu EL dan yang lainnya sering main ke Kantor Kami, kami pun kadang kalau udah ke Kampung Sampireun serasa rumah sendiri, semoga ikatan Silaturahmi dan Bisnisnya bisa berlanjut terus dan membuat kita bisa berjalan beriringan menyikapi persaingan dunia bisnis yang semakin ketat, Aamin.

HdG Team Reborn akan tetap konsisten dalam mempromosikan pariwisata Kabupaten Garut, karena mungkin dengan ini kami bisa sedikitnya membantu membuat perubahan ke arah yang lebih baik bagi daerah kelahiran tercinta ini, dan dengan berkembangnya Pariwisata Garut bisa membuat Pemerintah dan masyarakat menyadari akan besarnya Efek yang dihasilkan jika Garut jadi Tujuan utama Pariwisata, hingga datangnya Para Investor dan akses mudah bagi masyarakat untuk mencari penghidupan.