Lomba Mewarnai dan Design Batik se-Kabupaten Garut

Lomba Mewarnai Batik Se-Kabupaten Garut ini di adakan oleh HdG Team. Sebagai salah satu Event Organizer yang ada di Garut. Dengan Tema “Saya Bangga Memakai Batik” yang bertujuan mengenalkan Batik lebih dini terhadap masyarakat Garut khusunya. Selain itu memperkenalkan Budaya Asli Garutnya yaitu Batik “Garutan”. Untuk Batik Garutan ini sendiri memang tidak seterkenal batik Pekalongan. Namun keindahan Batik Garutan tak kalah dengan daerah penghasil Batik lainnya.

Lokasi untuk Lomba Mewarnai Se-Kabupaten Garut ini adalah di Favehotel yang terletak di Jalan Cimanuk No. 338. Tarogong Kidul. Garut. Berada dalam kawasan Swiss Van Java. Lokasi ini kami pilih karena aksesnya yang mudah juga dekat dan terletak di tengah keramaian Garut. Dalam kawasan Swiss Van Java ini ada beberapa tempat makan dan hiburan seperti Goah Gumelar, Cargo, Eat Boss, Rocket Pool, Texas Chicken dan Karoke keluarga Charly.

Sejarah Batik Garutan

Batik Garutan ini ada sejak jaman nenek moyang yang menjadi warisan turun temurun. Telah berkembang cukup lama sebelum jaman kemerdekaan. Hingga pada masa kejayaannya pada tahun 1967-1985 dan semakin populer dengan nama “Batik Tulis Garutan”. namun terjadilah beberapa kendala yang menyebabkan Batik Garutan ini mengalami penyusutan. Diantaranya, Bahan, pengrajin dan pemasarannya.

Kami dari HdG Team sebagai putra daerah ingin ikut andil dalam Rangka menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2017 ini. Untuk menjadikan moment ini sebagai salah satu cara dan alat, agar Batik Garutan ini kembali populer terutama untuk masyarakat Garut sendiri. Terutama bagi anak-anak di Garut, HdG Team menjadikan anak-anak di taman kanak-kanak ataupun Paud, serta anak Sekolah Dasar agar mengenal Batik Garutan ini.

Dengan mengusung Tema “Saya Bangga Memakai Batik” dan mengadakan Lomba mewarnai Se-Kabupaten Garut bagi anak TK dan Paud. Serta lomba mendisign bagi anak SD. Yang menjadi harapan Kami dari HdG Team adalah memperkenalkan Batik Garutan bagi anak-anak usia dini agar mencintai Budayanya sendiri. Jangan sampai di akui lagi oleh negara lain.

KOMENTAR