Batik Tulis Garutan

Batik Tulis Garutan merupakan salah satu warisan budaya Asli Garut selain dodol dan Domba. Selain itu juga Batik Garut ini menjadi identitas tersendiri bagi Kabupaten Garut. Untuk sekarang Oleh-oleh Garut identik dengan Kulit Domba, Kerupuk Kulit, Dodol, Akar Wangi dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun Batik Tulis Garutan adalah salah satu oleh-oleh khas Garut yang memiliki nilai strata sosial tersendiri.

 

Tentang Batik Tulis Garutan

Pada tahun 90an hingga awal 2000an pemakaian Batik di Anggap kuno dan terkesan ketinggalan jaman. Hingga pada tahun 2008 Negara tetangga mengclaim Batik dan pemerintah Indonesia pun tidak tinggal diam dengan segera berjuang melewati Jalur UNESCO. Sehingga kini Batik itu sendiri adalah salah satu Warisan dan Budaya asli Indonesia. Sejak itu di peringatilah Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggak 2 Oktober.

Jika bicara Batik Garutan. Pada Awalnya Batik berkembang di daerah Jawa Barat adalah karena banyaknya orang Jawa Tengah yang berbondong-bondong datang Ke Jawa Barat. Di Karenakan Peperangan melawan Belanda yang di Pimpin oleh Pangeran Diponegoro sekitar Tahun 1825. Batik Garutan sendiri berkembang pada tahun 1945 dan populer pada Tahun 1967-1985. Namun di karenakan kekurangan bahan baku dan modal juga strategi pemasaran Kejayaan Batik Garut pun luntur. Pada masa kejayaannya lebih terkenal dengan nama Batik Tulis Garutan.

Ciri Khas Batik Tulis Garutan

Pada dasarnya batik garutan banyak di pengaruhi oleh Jogya dan Solo. Seperti pada corak Batik Kawung, Parang dan Batik Sidomukti. Sedangkan Warna Cerah yang di tampilkan dalam batik garutan seperti ungu muda dan merah jambu di pengaruhi oleh batik pesisiran. Ciri khas pada batik garutan sendiri adalah warna Gading dan Merah Soga. serta disom pada setiap ujung kain Batiknya atau lebih di kenal dengan Beulit Kacang.

Motif Batik Tulis Garutan

Motif Batik Tulis Garutan sangatlah banyak dan beraneka ragam. menurut Bapak Hartono sebagai kolektor Batik. Beliau memiliku 300an kain batik garutan yang beraneka ragam motif. Motifnya banyak terciptad dari falsafah dan representasi dari kehidupan dan budaya lokal. Seperti pada motif Rereng pacul yang menjelaskan bahwa warga asli Garut adalah seorang petani yang melakukan kegiatan bercocok tanam dan mencangkul, baik di Sawah ataupun di Kebun. Yang paling terkenal dengan motif yang berasal dari Batik Garutan adalah Motif Merak Ngibing dan Bulu Hayam.

KOMENTAR