Kesenian Lais Khas Garut

Kesenian Lais adalah Seni dan Budaya yang asli berasa dari Kabupaten Garut. Garut yang pada 2016 lalu di nobatkan menjadi daerah pariwisata oleh dinas pariwisata Jawa Barat. Garut yang cukup lengkap obyek wisatanya, banyak tempat yang Anda tuju. Mulai dari yang sudah di kelola pemerintah, swasta bahkan yang belum terjamah oleh orang. Selain Sukabumi, ternyata Garut mempunyai GURILAPS (Gunung Rimba Laut Pantai Seni dan Budaya). bahkan 3 titik pemandian Air Panas, yaitu di Cipanas, Kawasan Darajat dan Kawah Putih.

Dibawah ini adalah foto dokumentasi Atraksi Lais di desa wisata Saung Ciburial Garut saat memperingati pergantian tahun.

Asal Mula Kesenian Lais Garut

Untuk Seni dan Budayanya, Garut memiliki Lais atau kadang di sebut Laisan. Lais itu sendiri merupakan kesenian akrobatik asli dari Garut tepatnya di daerah Wanaraja. yang berawal dari seorang pemanjat dan pemetik pohon serta buah kelapanya yang bernama Kang Lais. Beliau merupakan salah seorang yang sangat bersahaja dan sering menolong orang untuk memetik Buah Kelapa. Yang uniknya adalah Beliau memiliki cara tersendiri saat mengambil Buah Kelapa tersebut. karena bukan dengan cara memanjat satu persatu pohon kelapanya, melainkan dengan menggunakan seutas tali dari pohon satu ke pohon lainnya. Kemudian Beliau berjalan di atas tali tersebut.

Kebiasaan berpindah pohon kelapa dengan seutas tali ini Beliau sering lakukan. Sehingga menjadi hiburan dan tontonan Warga sekitar. Sebagai tambahan untuk meramaikan suasana maka gamelan sunda pun mengiringi tiap aksi dari Kang Lais saat memanjat Pohon kelapa. Seiring waktu berjalan kang Lais menjadi semakin terkenal dan sering di panggil dari satu kampung ke kampung lainnya dan menjadi hiburan tersendiri di setiap Hajatan warga Garut.

Namun ada kendala tersendiri saat Kang Lais melakukan aksi akrobatiknya di kampung lainnya, yaitu tidak adanya pohon kelapa yang berdekatan ataupun sejajar. Kemudian di gantilah pohon kelapa tersebut dengan pohon bambu yang panjangya 10-13 meter. Setelah Kang Lais meningal kemudian kesenian ini dinamakanlah Lais sesuai dengan nama dari pelaku dan penemunya. Sebagai penghormatan kepada Belia

Kesenian Lais Saat ini

Dengan seiringnya waktu kini Kesenian ini makin langka dan sakral. Ada ritual dan sesajen tersendiri di setiap para pelaku kesenian ini akan beraksi, mulai dari membakar menyan. Hingga menyediakan kelapa muda di pohon bambu yang ditanam, yang menjadi properti utama dalam Kesenian Lais ini. Kelangkaan kesenian ini pun di sebabkan aturan tertentu misalnya. Jika bapaknya adalah seorang pelaku Kesenian Lais maka anaknya tidak bisa menjadi pelaku kesenian tersebut, akan tetapi cucunya bisa. Jadi harus terhenti dulu di satu generasi. Inilah yang menyebabkan kelangkaan pada pelaku Keseian Lais.

Kesenian Lais ini kini di gabungkan dengan beberapa kesenian sunda lainnya seperti, gamelan, debus, dan topeng atau bobodoran sunda. Kini Kesenian ini ada penikmat dan penggemarnya tersendiri. Bahkan sejak Garut di nobatkan jadi daerah pariwisata kesenian lais ini sering muncul dan kemudian menyebebkan ada kaula muda yang berminat dan menekuninya. Atraksi Kesenian Lais bisa menjadi salah satu daya tarik Wisata Garut.

KOMENTAR