Asal Mula Kue Burayot

Pernahkah anda mendengar kata Burayot?. Agak lucu memang pertama kali Team Paket Wisata Garut mendengar nama makanan tersebut. Kue Burayot yang berasal dari Ketan dan Gula merah dengan bentuk menyerupai ‘sesuatu’. Rasanya hampir mirip dengan ali agrem, akan tetapi ciri khas bentuknya yang melekat di pikiran orang.

Burayot Garut

Asal Muasal dan Sejarah Nama Kue Burayot

Pertama kali Burayot ditemukan secara tidak sengaja. Pada zaman dahulu kala, orang-orang di pedesaan biasanya membuat makanan ringan dari ubi jalar / sampeu yang dicampur dengan gula aren yang dicairkan. Cemprus nama makanannya, akan tetapi karena penyajiannya cukup merepotkan akhirnya Abah Onon salah seorang pengrajin lahang di kampung Dangdeur mempunyai ide.

Karena setiap sore Abah Onon dan Istrinya bi Acih sering menikmati secangkir teh hangat ditemani bubuy sampeu dan gula aren yang dicairkan. Akhirnya bi Acih mencoba mengkolaborasi, dikarenakan banyaknya tepung beras tersedia serta gula merah kiriman dari saudaranya yang tinggal di bungbulang.

Akhirnya bi Acih membuat adonan dari tepung beras dan gula merah tersebut. Bi Acih membuat bentuk bulatan menggelembung ditemani anaknya ujang Jaja dan tetangganya ujang Odo. Saat mulai menggoreng di perapian, di depan mereka Abah Onon duduk bersila dengan kaki dilipat sebelah. Mungkin dikarenakan abah Onon tidak memakai daleman, Ujang Odo dan Jang Jaja serempak berbicara kepada Bi Acih : “Ma … itu si Abah NgaBurayot”.

Muncullah ide di benak bi Acih yang sedang membuat kue yang belum punya nama tersebut dengan sebutan : Burayot. Akhirnya nama kue tersebut tersebar, resep dan namanya mulai dikenal dari mulut ke mulut di kabupaten Garut. Tapi tidak banyak yang mengetahui bahwa nama Burayot berasal dari ungkapan dua anak kecil Jaja dan Odo saat melihat pentungan Bah Onon Ngaburayot.

Perkembangan Kue Burayot Makanan Tradisional Khas Garut

Dari waktu ke waktu perkembangan Kue tersebut semakin meningkat. Beberapa Rumah Industri Burayot membuat berbagai inovasi, dari mulai warna makanan khas Garut yang biasanya alami cokelat. Karena perpaduan dari ketan dan gula merah, sampai saat ini varian warnanya beragam. Makanan tersebut ada yang berwarna hijau, merah dan hijau sudah tidak aneh lagi saat ini.

Selain itu Burayot saat ini dikemas dengan apik dan lebih profesional. Sehingga makanan khas Garut tersebut mulai dikenal dan merambah ke berbagai kota besar di Indonesia.

Rumah Industri Kue Burayot Garut

Di daerah Leles terdapat rumah Industri yang cukup terkenal di kabupaten Garut. Rumah Industri tersebut sering dikunjungi karena banyak wisatawan yang ingin melihat keunikan cara pembuatan Burayot. Selain berkunjung ke berbagai tempat wisata di Garut, mereka ingin melihat sentra industri rumahan salah satu makanan khas Garut tersebut.

Burayot ini digoreng dengan cara ditusukkan ke sumpit yang panjang lalu setelah matang dibiarkan menggantung di sumpit tersebut. Karena itu makanan ini memiliki bentuk yang mengerucut keatas. Keunikan pembuatan penganan ini ternyata menarik perhatian banyak wisatawan bahkan beberapa stasiun televisi pun pernah mengunjungi rumah industri ini. Wisatawan dapat mengunjungi rumah industri ini tanpa dipungut biaya maupun donasi.

Bagi anda yang ingin mencoba makanan khas Garut tersebut, bisa langsung datang ke rumah Industri. Atau membelinya di beberapa toko oleh-oleh khas kabupaten Garut yang tersebar di beberapa titik. Baik yang berada di alun-alun tarogong, maupun yang tersebar di beberapa lokasi yang terlewati saat anda berlibur ke Garut.

Tapi jangan membayangkan Burayot’nya Abah Onon, karena beliau saat ini sudah meninggal dunia. Kami mendapatkan informasi tentang kue ini dari keturunannya ujang Odo yang bernama Kio Waluyo yang sebentar lagi akan menikah dengan orang Samarang. Sudah dipastikan pada perhelatan pernikahan keturunan kampung Dangdeur, Burayot menjadi makanan wajib yang harus tersedia. Ingin mencoba Burayot dengan Gratis?. Silahkan datang ke pernikahan Kio Waluyo dan Nur Azizah yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2017.

 

KOMENTAR